Suatu hari, seorang burung kecil terluka di bagian sayapnya. dia merintih kesakitan, tetapi tidak ada yang mau menolongnya. ia mencoba bangkit, tetapi badanya sudah sangat lemah. darahnya terus mengalir dari luka disayapnya. dibalik pohon dan semak-semak, terlihat teman-temannya yang memperhatikannya sambil tersenyum kecut. mereka bukannya tidak mau menolong, tapi tidak bisa menolong. Burung kecil itu mencoba berjalan. tapi ia tidak bisa. lalu tiba-tiba ada sekelompok gagak melewatinya. lalu mereka berkata,
"Hei lihat itu! hahahaha burung yang buruk rupa!"
"Haha iya...sudah buruk rupa sayapnya jelek lagi berwarna merah!" Ujar gagak-gagak itu pada burung. lalu dari balik semak-semak muncul angsa putih yang sangat cantik. Ia melotot melihat kepasa para gagak itu.
"Hei gagak jelek! jangan seenaknya mengatai orang yang sedang kesakitan! Dasar kalian gagak yang jelek! Sana pergi!" usir angsa cantik itu. para gagak itu mencibir lalu pergi. Burung itupun mengucapkan terima kasih pada sang angsa.
"Kamu jangan banyak bicara...lebih baik aku akan mengobati lukamu itu." ujar sang angsa itu. lalu angsa itu mencabut bulunya dan menutup luka burung itu dengan bulunya. beberapa saat kemudian, luka itu sembuh dan burung itu dapat terbang kembali.
"Wah...terima kasih ya angsa." ujar Burung itu
"Sama-sama."' ujar angsa itu. Burung itu berputar-putar di langit. sang angsa hanya melihatnya dari bawah. lalu burung itu melesat melewati awan hendak pergi, namun ia ingin mengajak sang angsa untuk pergi bersamanya. saat burung itu menghampiri angsa, angsa itu sudah tergeletak lemah di tanah. Burungpun kaget, lalu menghampiri sang angsa.
"Angsa kau kenapa?" tanya burung khawatir.
"Maafkan aku burung. sebenarnya aku adalah angsa yang bertugas menjadi malaikat pencabut nyawaa. aku ditugaskan untuk mencabut nyawamu, namun aku tidak bisa, aku kasihan melihatmu. lalu aku membantumu dan mengobatimu. Tapi karena aku melanggar peraturan dengan menolong makhluk yg akan mati, maka hukumanku adalah aku akan menggantikan mu mati,,," jelas angsa itu. Burungpun kaget.
"Maafkan aku Angsa. Padahal kau biarkan aku saja yang mati!!" Jerit burung itu. Lalu angsa hanya tersenyum. tubuhnya lama-lama menghilang dan pergi ntah kemna. Burungpun menangis. lalu ia pergi dan terbang sejauh mungkin. namun, ia tidak melihat ada kapal terbang didepannya. Burungpun tertabrak kapal itu dan jatuh....
"Sudahlah...biar aku pergi saja." ujar Burung itu. Lalu sosok angsa datang dihadapannya.
"Hai Burung, sudah saatnya kau pergi juga,,,ternyata memang takdirmu harus mati sekarang. Ayo ikut denganku." ajak Angsa itu. Burung itupun menggenggam tangan angsa dan pergi jauh. Dan akhirnya Burung dan Angsa itupun berbahagia di langit sana....